Friday, March 6, 2015

Review film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Author : Nadra Aprilia T

 Film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan adaptasi novel karangan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) yang bergenre drama romantis. Film yang diproduksi tahun 2013 oleh Soraya Intercine Films ini mengisahkan adat Minangkabau serta perbedaan latar belakang status sosial hingga menghalangi hubungan sepasang kekasih. Disutradai oleh Sunil Soraya dan Sam Soraya sebagai produser, film ini dibintangi oleh Pevita Pearce, Herjunot Ali, Reza Rahadian, Randy Danistha, Arzetti Bilbina, Kevin Andrean, Jajang C. Noer, Niniek L. Karim, Musra Dahrizal Katik, dan Mangkuto.




Kisah ini diawali oleh seorang pemuda bernama Zainuddin (Herjunot Ali) yang ingin merantau ke kampung ayahnya diBatipuh,padang panjang,disana ia bertemu dengan Hayati(Pevita Pearce) seorang perempuan cantik yang taat agama dan adat istiadat minang.Keduanya saling jatuh cinta namun dikarnakan masalah adat dan perbedaan status sosial,membuat cinta mereka kandas,Zainuddin diusir dari Batipuh sedangkan Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian) seorang pemuda kaya dan keturunan murni berdarah minang,karna ketaatannya oleh adat istiadat akhirnya Hayati bersedia menikah dengan Aziz walupun dirinya masih mencintai Zainuddin.



                Akhirnya berita ini sampai ditelinga Zainuddin,Karna terlalu sakit hati dan tidak terima atas pernikahan tersebut Zainuddin akhirnya pergi ke Tanah Jawa bersama Bang Muluk,disana ia berusaha keras untuk merubah nasibnya.Setelah berjuang selama bertahun-tahun Zainuddin akhirnya berhasil menjadi seorang penulis terkenal yang mempunyai harta kekayaan melimpah.




Disaat yang sama tiba-tiba Aziz dan Hayati jatuh miskin,Aziz pun meminta pertolongan pada Zainuddin agar bisa menempati rumah Zainuddin untuk sementara waktu.Tak lama setelah menempati rumah Zainuddin ternyata Aziz jatuh sakit sudah berbulan-bulan ia hanya bisa berdiam diri dirumah ,karna merasa malu akhirnya Aziz memutuskan untuk mencari kerja,sementara Hayati ditinggalkan dirumah Zainuddin.  




 Tak lama setelah kepergian Aziz,terdengar kabar bahwa Aziz ditemukan bunuh diridi hotelnya ,sebelumnya ia sempat menulis surat yang menyatakan bahwa dirinya sangat menyesal atas perlakuan buruknya selama ini yang telah tega memisahkan Hayati dan Zainuddin.Setelah meninggalnya Aziz, Hayati memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Zainuddin,namun karna rasa sakit hati yang dirasakan oleh Zainuddin sudah cukup pedih ia akhirnya memulangkan Hayati ketempat asalnya dan menyuruhnya menaiki kapal Van Der Wijck,namun ditengah perjalanan Kapal tersebut tenggelam .


           Setelah menyesal atas keputusannya Zainuddin pun pergi untuk menjemput Hayati  kembali namun rasa sakit kembali menghinggapi Zainuddin,ia telah mendapati Hayati dalam keadaan kritis dirumah sakit karna tidak mampu lagi bertahan akhirnya Hayati meninggal dalam pelukan Zainuddin. 


Dari keseluruhan film sudah cukup bagus sastra yang digunakan dalam film ini menambah nilai keunikan tersendiri dan akting memukau dari tiap pemain film ini juga makin menambah daya tarik dari film ini,namun judul film ini tidak terlalu sesuai dengan isi cerita yang ada.Hayati yang tidak begitu syar’i dalam berpakaian dan begitu mudah melepas kerudungnya ternyata ‘cukup menyalahi’ perannya yang disebut-sebut sebagai perempuan yang taat agama.Cerita ini menggambarkan usaha seseorang yang telah berusaha keras untuk bangkit dari keterpurukannya,namun saat telah berada dipuncak kesuksesan tidak pernah berhenti berbuat baik.


(dikutip dari beberapa sumber)

Jangan lupa komentar dan sarannya ya...


Pump Up Kicks

Nadra Aprilia Tuk tuk tuk tuk Suara langkah kaki seorang wanita cantik yang memakai high heels putih memantul di sebuah lorong panjang. W...